Senin, 20 Oktober 2014

Karma

2011

Kahlia menghabiskan sedotan terakhir dari es teh nya.
Dia duduk santai menyapu pandangan, sesekali menunduk, sambil kakinya bergoyang-goyang.
"Jadi akhirnya resmi putus nih?", tanya Dian yang duduk di bangku depannya.
"Iya nih... Biarin lah... Aku cuma ga nyangka aja kalo putusnya harus kaya gini", Kahlia menjawab sambil sedikit tersenyum. Ia sudah menerima kalau akhirnya dia harus putus dengan pacarnya sejak 2 minggu yang lalu. Sudah 2 bulan terakhir ini dia tidak bertemu dengan pacar yang sekarang sudah menjadi mantannya itu. Lalu terakhir, tiba-tiba Tora memutuskan Kahlia begitu saja lewat pesan singkat.

"Yaudahlah.. Orang dia nya juga ga jelas gitu. Aku kasian malah liat kamu nya sempet ngemis-ngemis cinta ke Tora. Yaelah laki brengsek ini ditangisin.." , Dian menyela sambil masih asyik melahap tempe goreng sambal kacang khas ibu kantin.
"Yeeee yang penting kan sekarang aku udah biasa aja.. Sakitnya tu udah abis dulu-dulu.. Sekarang bukan puncaknya lagi. Jadi yah biasa ajah. Aku juga udah ga nangis lagi kok", Kahlia membela diri.

"Jadi abis ini, kamu mau ngapain?", tanya Dian.
"Mau konsen nyelesein TA dulu aja lah.. Capek urusan sama laki-laki yang ga bener mulu... Buang waktu, buang tenaga.. Magang-TA-Lulus-Wisuda-Kerja udah gitu dulu aja rencana aku. Sumpaaah capek deh gara-gara Tora kemarin itu.", jawab Kahlia.

"Bentar-bentar, emang laki yang bener menurut kamu gimana?", Dian bertanya penasaran.


"Hmmmmh...", Kahlia membuang nafas panjang, "Jadi gini, Yah aku spesifik aja lah... Nanti kalo aku punya pacar lagi ya Di, laki itu yang pasti harus seagama ma aku. Secara aku katholik, jadi dia harus katholik. Ga perlu laah ganteng-ganteng amat apalagi cowok putih gitu hahha.. yang penting dia lebih tinggi dari aku! Penting tuh!", Kahlia menjawab antusias sambil tekekeh-kekeh.
"Hhahahhaha... Kayak ada cowok putih yang mau sama kamu! Hahahaha. Trus-trus gimana lagi?" Dian tertawa-tawa mendengar jawaban Kahlia.

"Apalagi yah... Oiya.. Ngga mau aku LDRan lagi... Gilakk.. Pacaran jarak jauh 3 kali kandas semua book. Hahaha! Yang deket-deket aja lah... Trus karyawan kantoran gitu lucu kali yaah... Dia harus nerima aku apa adanya.. Ga ribet kalo akunya mau seneng-seneng sama temen-temen cowok... Kan temen cowok aku banyak tuhh.... Ga kayak Tora kemaren! Masa aku cuma ngebir lucuk waktu reunian aja dia terus marah.. ga asik banget..",
"Oiya! Selain seagama dia juga harus dari Jawa. Sepupu aku kemarin sama orang yang bukan Jawa ribetnyaa bukan main. Ogah ah. Apalagi sama koko-koko Cina gitu. Hahaha.. Gilak bukan aku banget... Kalo bisa juga pacaran ga usah lama-lama lah, aku ga bisa pacaran lama gitu sampe bertaon-taon. Yang ada bosen! Hahaha", lanjut Kahlia sambil masih terbahak-bahak.
"Hahahahahaha" Dian tertawa menimpali.

Sore itu di kantin Fakultas Ekonomi, Dian dan Kahlia masih terus berbincang-bincang sambil terus tertawa-tawa riuh.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 2014

KAHLIA'S BLOG

-KARMA-

Sayang, 3 tahun lalu aku pernah berbincang dengan seorang teman di sebuah sore. Aku membicarakan seorang lelaki yang 180 derajat berbeda dengan mu.
Lelaki berkulit sawo matang dengan tinggi sekitar 170cm lebih yang bekerja di sebuah kantor swasta.
Dia pergi untuk menemaniku misa setiap Minggu di gereja dekat rumah.
Dia menerimaku apa adanya kalau aku tidak suka merawat diri dan berkulit tidak putih.
Dia orang yang asyik, dia membiarkanku untuk pergi bersama teman-temanku, bahkan pergi malam senang-senang dengan teman lelakiku.
Dia tinggal satu kota denganku sehingga aku selalu berdekatan dengannya.
Keluarganya berasal tak jauh dari sini. Dia seorang Jawa tulen.

Sedangkan kamu,
Lelaki berkulit kuning terang dengan tinggi yang tak jauh beda denganku.
Kamu berkerja sebagai dokter.
Kamu hampir tidak pernah menemaniku misa setiap Minggu karena kamu adalah seorang kristen.
Kamu membuatku tidak memperbolehkanmu menerima diriku apa adanya yang malas merawat diri.
Aku mulai merawat diriku sehingga kulitku lebih sehat dan cerah. Aku mulai bersolek untuk tampil secantik mungkin di depanmu.
Kamu juga orang yang asyik, tapi kamu bisa membuatku untuk tidak berkeinginan lagi pergi senang-senang dengan teman lelakiku yang lain.
Kamu tidak tinggal satu kota denganku. Kita berjauhan.
Kulitmu yang kuning itu kamu dapat karna kamu seorang berketurunan half blood chinesse.



Waktu yang berjalan membuat kita dinamis setiap detiknya.
Berubah, menyesuaikan, mengikuti apa yang terjadi.
Seperti kamu yang sekarang ada.
Menemani, memarahi, mencandai, mencintai aku yang bahkan tidak pernah sedetikpun membayangkan seseorang sepertimu.
Seseorang yang berkebalikan dengan lelaki yang telah aku utarakan.
Kamu membuatku sukarela menelan semua kata-kata yang aku keluarkan.
Ini karma. Pasti ini karma. Pasti kamu karma.
Kamu, karma yang aku syukuri keberadaannya.


Terimakasih atas keberadaanmu di 2 tahun terakhir ini.


Damn i am swallowing my word again that i cant be in a relationship for years. And in fact, i never even for a second get bored with you. Damn!

For my geekest boyfie in this world, Happy 2nd anniversary Jeffry! :)

klik : Post!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Not based on true story but inspired by true stoy
*Nama asli disamarkan














Tidak ada komentar:

Posting Komentar