Rabu, 26 Maret 2014

Tentang Kesetiaan

*ketik hapus ketik hapus*

Hehe. Itu yang aku lakuin 15 menit terakhir ini. Kalau ini akhirnya tidak terhapus, berarti kata-kata dalam otakku sudah mulai sinkron dan bekerjasama satu sama lain. Blahblahblah.


Bulan depan, hubunganku sudah menginjak 1,5 tahun *prokprokprok* *backsoundapplouse* . Dulu waktu pencapaian pacaranku paling lama tertahan hanya di 6 bulan, kukira pacaran 1 tahun bahkan lebih dari 1 tahun adalah hal yang lama, lambat, dan membosankan. Tapi ternyata, semua berjalan cepat. Waktu tiba-tiba saja melaju di kuartal kedua tahun 2014. Waktu seakan berjalan tak peduli dengan semua resolusi awal tahun. Ia tak peduli, ia tetap berjalan. Semaunya, sesukanya. Time flies so fast. :)

Satu setengah tahun ini, aku banyak belajar. Belajar tentang......

........ kesetiaan.

Aku mempunyai track record yang tidak begitu bagus dalam hal kesetiaan. Hubunganku sebelumnya sering diwarnai dengan bumbu-bumbu flirting, cheating, bahkan kissing ---yang pastinya dengan orang lain.
Hmmm..
 Ketika 1,5 tahun lalu aku memutuskan untuk memulai hubungan kembali, aku berjanji pada diriku sendiri,

"apapun yang terjadi, gak ada excuse,aku harus setia dan ga boleh kaya gitu lagi"

Semesta seakan merestui, ia memberiku seorang lelaki yang dengannya aku merasa hampir dilengkapi. Yang membuatku kehabisan excuse hanya untuk sedikit bermain-main saja dengan yang lain.

Tapi.. kamu tau kan kalau semesta itu sering mengajak bercanda-canda?


Mudah bagi wanita untuk goyah hanya karena ingin merasakan nikmatnya dipuja oleh lelaki;
Mudah bagi wanita untuk sumringah hanya karena ingin merasakan nikmatnya dispesialkan oleh lelaki;
...yang sialnya bukan kekasih kita.

Hampir nyerah. Kalo kesetiaan itu mata kuliah, aku mungkin udah remidi berkali-kali dan ngga pernah lulus. Susah banget untuk memegang teguh 1 apa yang kita punya. Susah untuk merasa cukup. Susah untuk memegang apa janjiku pada diri sendiri. This faithful-damn-thing is too difficult for me.

Ya, siapa bilang kesetiaan itu mudah. Perlahan-lahan aku ngerti. Kesetiaan itu pelajaran seumur hidup. Ngga sebulan 2 bulan. Atau setahun 2 tahun. Harus belajar melawan naluri naturally manusia yang selalu merasa kurang. Ga ada kata nyerah gitu aja. Kalaupun aku harus jatuh, semoga aku bisa bangun lagi sesegera mungkin. Aku akan selalu belajar sampe remidi berapa kali pun. Yea, it takes forever.

Setia itu susah,,, tapi bukan berarti nggak bisa.


Sepenggal cerita ketika aku baru ngobrol sama pacar, aku bilang dengan menggebu-gebu:
" Sayang, aku nggak akan selingkuh... Beneran deh, aku ngga akan selingkuh nggak mungkin bangetlaahh, ngapain aku selingkuh."
 Terus dia jawab,
" Jangan terlalu yakin sayang kalo masalah kayak gitu... Gimanapun tetep bisa terjadi.. Tapi jangan nakal ya..."
 Lalu dia, tersenyum. 


:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar