Rabu, 26 Juni 2013

Katanya....

Katanya...
Menikah untuk seorang lelaki adalah berhentinya sebuah dunia kebebasan.
Lelaki yang mau menikah berarti akan kehilangan kebebasannya karena harus mengurusi ini itu, menafkahi, mencari uang, mengepalai rumah tangga, aaah pokoknya ribet.

Sementara itu..
Katanya,
Menikah untuk seorang perempuan adalah terwujudnya impian masa kecilnya.
Perempuan mah enak, tinggal nikah aja. Ngga kaya cowok yang kehilangan kebebasannya.
Jadi, seorang perempuan akan 'seolah-olah' ingin cepat menikah karena ingin mimpinya cepat terwujud.
Menikah dengan seorang lelaki- have a family-happily ever after.


Nyatanya..

Menikah juga pilihan berat untuk perempuan.
Tidak seenteng yang lelaki pikirkan bahwa pihak yang selalu dirugikan adalah lelaki.
Perempuan harus meninggalkan orangtuanya dimana ia mendapat perlindungan utuh.
Perempuan 'biasanya' yang diserahi tugas operasional rumah tangga sekaligus mengurus bayi tua(suami) agar ia selalu terlihat berwibawa di hadapan sekitar.
Belum lagi kalau ia juga harus bekerja untuk menambah penghasilan lelaki.
Belum lagi kalau nanti ia harus mengandung, sambil bekerja.
......


Aku pernah berpikir dan kemudian bertanya pada pacarku:
"Kalau seorang perempuan bisa bekerja, survive, bahagia, menghidupi diri nya sendiri, lalu untuk apa menikah? Bukankah malah repot kalo nantinya menikah, harus bekerja sekaligus mengurusi suami.
 Apakah menikah hanya untuk mendapat sumbangan sperma secara legal untuk punya keturunan ?"

Aku belum punya jawaban atas hal itu. Kalaupun aku ditanya apakah aku ingin menikah, ya aku ingin. Kalau ditanya kenapa aku ingin, sedalam-dalamnya jawaban sebenarnya: karena umumnya semua orang melakukannya.

Sekali lagi, 
menikah juga merupakan pilihan berat bagi perempuan.

Jangan kamu remehkan.
Jangan selalu merasa diberatkan.
Jangan selalu merasa kalian yang harus menanggung segalanya setelah pernikahan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar