Dengan mataku yang menyapu seluruh tubuhmu, melihat dan menimbang apa lebih dan kurangmu.
Dengan kata-kata yang terus beradu antar mulut kita.
Dengan pikiran yang tak henti-hentinya meluap saat kita berbincang.
Dengan perasaan yang masih datar.
Dengan percik-percik yang sedikit sekali baru menggetar.
Ternyata kita sekarang bisa sampai dimana kita bisa saling memandang dalam diam, dan bersyukur dengan apa yang sudah kita lihat di depan masing-masing.
Belum lama memang.
Namun bisakah kau mulai samar-samar mencium aroma kebahagiaan?
Yah, selalu ada semoga si akhir cerita.
Semoga, semoga kita bahagia.
Sederhana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar