Kau tau?
Aku sudah lupa bagaimana
rasanya jatuh cinta.
Perasaanku yang terakhir
kalinya diruntuhkan lagi dengan mudahnya.
Aku tak menaruh dendam,
bahkan benci setitik pun.
Tapi aku masih bisa
dengan rinci mengingat bagaimana rasanya, dikecewakan.
Waktu terus berdetak.
Kubuat janji pada diri
sendiri membiarkan hati ini tak berisi.
Aku terlalu takut untuk
memulai lagi.
Lalu berputar pada
siklus yang sama, tumbuh-bahagia-kemudian layu seketika.
Lalu aku lupa.
Aku tak bisa menahan
seseorang untuk mengetuk hatiku.
Kemudian aku takut lagi.
Takut bahwa nantinya aku
hanya akan mengecewakannya.
Karna janjiku pada diri
sendiri.
Jangan terlalu baik
padaku.
Dengarlah, kau akan
rumit menghadapiku.
Dengan segala
keparanoidanku tentang cinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar