Senin, 01 Agustus 2011

kebetulan yang terlalu kebetulan

2003...
 Saat itu aku kelas 1 SMP. Seingatku setiap hari Jumat, siswa kelas 1 SMP diwajibkan mengikuti ekskul Pramuka. Sore-sore aku datang untuk mengikuti kegiatan itu. Di sana aku melihat ada kakak pembina yang tinggi, kurus, dan oh-so-no(sorry to sayy). Saat itu aku cuma membatin. Dia kakak kelas 2 tahun di atasku. Sampai aku kelas 3SMP pun aku masih mengenali wajahnya, karna kebetulan kami sering bertemu karna dia bersekolah di SMA yang letaknya 1 area dengan SMP ku. Entah dia mengenaliku atau tidak, tapi aku hafal wajahnya yang oh-so-no itu...

2009...
Aku lulus dari SMA dan berniat untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Tapi saat itu aku terlambat untuk mendaftar SNMPTN. Terpaksa aku mendaftar pendidikan Diploma walaupun saat itu ada issu yang berhembus kalo mulai angkatanku, lulusan D3 tidak bia transfer ke S1. Aku lalu mulai bertanya-tanya ke siapapun , sampai akhirnya aku bertanya pada kakakku yang saat itu sedang dalam proses pengerjaan Tugas Akhir.
"Nduwe nomer dosen UNS nggak?"
"Nduwe, ngopo? "
"Aku njaluk, aku meh takok opo tenan D3 angkatanku ra iso transfer ning S1"
"Yo, nyoo, tapi kowe ojo ngomong nek kowe adekku. Soale de'e dosen pembimbingku TA, aku isin"
"Yo. Endi?" , lalu kakakku memberiku nomer salah satu dosen, dan segera aku sms, dengan nama samaran tentunya.

Selamat siang Pak. Saya Vina dari calon mahasiswa baru angkatan 2009. Saya mau tanya, apa benar D3 angkatan saya sudah tidak bisa untuk melanjutkan S1?

Tidak beberapa lama, dosen kakakku membalas smsku. Aku lupa persis apa balasannya, yang pasti beliau menjawab  dan membalasnya dengan ramah.


Awal 2011...
 Aku menemani Keshia, temanku ke kampusnya. Fakultasnya berada di sebelah fakultasku. Dia mengajakku ke ruang dosen, katanya dia harus menemui dosen untuk bimbingan tugasnya. Aku cuma menunggunya di luar ruangan. Tidak beberapa lama, Keshia tidak jadi masuk ke ruang dosen.
"Loh kok ra sido?"
"Kosek, aku pekewuh, enek bapake mantanku."
"Lhoh, lha ngopo emange?"
"Lha bapake jik ramah banget karo aku. Kae we de'e mulih seko luar negeri aku jik dioleh-olehi dompet dll"
"Weh, sopo to mantanmu?"
"Jenenge Tyas"
"Dias to?" , karena setahuku nama mantannya adalah Dias.
"Dudu, sedurunge neh, jenenge nyat meh podho"
"Oh..."
Lalu ia pun akhirnya masuk ke dalam ruangan untuk menemui salah seorang dosen. Sewaktu menunggu ada seorang dosen laki-laki yang keluar sebentar dari ruangan, aku lupa dia sedang apa, mungkin mengangkat telepon, lalu sempat ia melihatku beberapa saat, lalu beliau masuk lagi ke ruangan. Tidak berapa lama, Keshia pun keluar dari ruangan.
"Kuwi lho dekmau sing metu sedilut , kui bapake mantanku. Tenan to akuu dekmau diajak omong sek,,"
"Owalah, kuwi tho.. Yo yo... Diajak omong opo? hahaha"



Januari 2011...
Ada seorang lelaki meng-add facebook ku. Dengan profile picture menunggang kuda. Aku tidak tau siapa dia tapi sedikit familier dengan wajahnya. Dengan nama yang sudah pasti itu adalah nama buatan, aku sedikit ilfeel untuk meng-confirm. Tapi Keshia men-chat dan bilang bahwa itu temannya. Karna itu adalah teman sahabatku, okelah aku confirm, begitu pikirku. Selang setelah ku confirm, dia mulai men-chat. Kami berkenalan lewat facebook. Aku tidak terlalu tertarik dengannya karena saat itu aku sedang dekat dengan seorang lelaki.Waks.
Oh God! Ternyata....


 dan..
26 Maret 2011...
Hari itu aku resmi jadian. Dengan seorang lelaki bertubuh tinggi besar, cukup tegap, tapi berperut jembling. Berkulit gelap dan mempunyai senyuman yang khas, karena giginya yang kecil-kecil.
Ya, lelaki itu adalah kakak pembina pramuka ku waktu aku kelas 1 SMP dulu yang kurus, tinggi, dan oh-so-no. Anak dari bapak dosen pembimbing TA kakakku yang dulu ku sms dengan nama samaran dan dosen yang waktu itu keluar dari ruang dosen lalu sempat melihat ke arahku beberapa saat waktu aku menunggui temanku. Dan dengan itu berati dia juga mantan dari sahabatku, Keshia..


See? Itu sepenggal cerita tentang bagaimana semesta dengan caranya yang ajaib mempertemukan kami berdua. Tuhan telah merencanakan sesuatu saat beberapa tahun lalu aku bertemu dengannya di lapangan rumput hijau dengan seragam coklat membawa tongkat. Saat aku masih kucel , begitu juga dengan dia.
Tuhan merencanakan sesuatu di setiap pertemuan. Dan seperti inilah sekarang, semesta mempertemukan kami lagi berdua...
Jadi, jangan remehkan pertemuan mu dengan seseorang, seburuk apapun dia saat itu, karna bisa jadi di masa yang akan datang, dia akan menjadi 'seseorang' untukmu. :)

Dan baru-baru ini aku tahu, bahwa ternyata Om dan Tanteku juga mengenali ayahnya karna menjadi dosennya dulu...  Dan sekarang Om ku terlibat 1 paguyuban dengan ayahnya.
What? Lalu, sejak kapan Tuhan merencanakan ini semua? >,<

me and my oh-so-no boy, now.



1 komentar: